Pesantren Assa’adah Gelar Pemilihan Ketua ISWAH, Terapkan Sistem AHWA


Depok- Pondok Pesantren Assa’adah Wahid Hasyim menggelar rangkaian kegiatan pemilihan Ketua ISWAH (Ikatan Santri Assa’adah Wahid Hasyim), organisasi intra pesantren yang berfungsi sebagai wadah pengembangan kepemimpinan dan aspirasi santri, setara dengan OSIS di sekolah umum.

Kegiatan pemilihan ini diawali dengan tahapan seleksi bakal calon ketua melalui fit and proper test yang dilakukan oleh para pembina ISWAH. Tahap ini bertujuan untuk menilai kesiapan, kapasitas kepemimpinan, serta integritas para calon sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Selanjutnya, pesantren menyelenggarakan debat kandidat yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 29 dan 30 Desember 2025. Debat kandidat digelar secara terbuka di halaman madrasah dan disaksikan oleh seluruh santri Pondok Pesantren Assa’adah. Suasana debat berlangsung dinamis dan edukatif, menjadi sarana pembelajaran demokrasi serta adab berpendapat bagi para santri.

ISWAH sendiri bukanlah organisasi baru di Pesantren Assa’adah. Sejak pertama kali dibentuk, sistem pemilihan ketua ISWAH telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada periode pertama, pemilihan dilakukan secara langsung. Periode kedua menggunakan sistem pemilihan langsung berdasarkan nama yang diajukan oleh masing-masing kelas. Pada periode ketiga, nama calon diajukan langsung oleh para asatidz. Sementara pada periode keempat, mekanisme pemilihan dilakukan secara langsung dengan calon yang diajukan oleh asatidz dan perwakilan kelas.


Untuk periode kepengurusan kali ini, Pesantren Assa’adah berencana menerapkan sistem baru, yakni sistem AHWA (Ahlul Halli wal ‘Aqdi). AHWA merupakan institusi khusus yang berfungsi sebagai badan musyawarah dan pengambil keputusan strategis, beranggotakan tokoh-tokoh yang memiliki otoritas dan pengaruh di lingkungan pesantren. Melalui musyawarah AHWA, akan ditetapkan calon-calon terbaik yang rencananya berjumlah sembilan orang.

Adapun susunan anggota AHWA Pesantren Assa’adah adalah sebagai berikut:

  1. Hj. Mar’atus Sholihah (Unsur Pengasuh)
  2. H. Triyono (Unsur Kepala Madrasah)
  3. Ustadz Nur Sholihin (Unsur Kepala Madrasah Diniyah)
  4. H. Solahudin (Unsur Wakil Kurikulum)
  5. Ustadz Ma’lumuddin (Unsur Pesantren)
  6. Ustadzah Nurfitri Yani (Unsur Wali Asrama Putri)
  7. Ustadz Yohan (Unsur Wakil Kesiswaan)
  8. Ustadz Faris (Unsur Yayasan)
  9. Ustadz Syamsudin (Unsur Wali Asrama Putra)

Dengan diterapkannya sistem AHWA, diharapkan proses pemilihan Ketua ISWAH tidak hanya mencerminkan nilai demokrasi, tetapi juga menguatkan tradisi musyawarah khas pesantren serta menghasilkan pemimpin santri yang amanah, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Assa’adah.

Kontributor: M Nur Sholihin

0 Komentar

× Promosi