Depok - Pesantren menggelar rapat akhir semester ganjil pada Kamis, 18 Desember 2025, sebagai bagian dari evaluasi kegiatan pembelajaran sekaligus penyiapan program strategis untuk semester berikutnya. Rapat ini dihadiri oleh pengasuh pesantren, jajaran pengurus, serta dewan asatidz.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya evaluasi hasil koreksian kitab dan capaian target muhafadzah santri selama satu semester. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana target akademik dan kepesantrenan telah tercapai, serta mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi sebagian santri.
Berdasarkan hasil evaluasi, rapat menyepakati perlunya langkah penguatan agar capaian santri lebih optimal dan merata. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah penerapan program H-30 dan H+1 yang akan mulai diberlakukan pada semester mendatang.
Program H-30 dirancang dalam bentuk kelompok lalaran khusus selama 30 menit setelah kegiatan belajar mengajar (KBM). Program ini bersifat pendampingan intensif atau semi-karantina dan ditujukan bagi santri yang belum mencapai target hafalan menjelang pelaksanaan muhafadzah. Dengan tambahan waktu dan fokus tersebut, santri diharapkan dapat mengejar ketertinggalan sebelum ujian dilaksanakan.
Sementara itu, program H+1 diberlakukan bagi santri yang hingga akhir semester belum mencapai target muhafadzah dan koreksian kitabnya belum dinyatakan tam. Dalam skema ini, kepulangan santri dimundurkan selama satu hari. Waktu tambahan tersebut dimanfaatkan untuk pelaksanaan susulan ujian lisan pesantren yang secara sengaja dijadwalkan terpisah sebagai bentuk evaluasi akhir.
Pihak pesantren menegaskan bahwa kebijakan H-30 dan H+1 tidak dimaksudkan sebagai bentuk sanksi, melainkan sebagai ikhtiar pendidikan agar santri benar-benar mencapai ketuntasan belajar, baik dalam hafalan maupun pemahaman kitab.
Melalui penerapan skema ini, pesantren berharap kualitas capaian muhafadzah dan koreksian kitab santri dapat meningkat, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Kontributor: M. Nur Sholihin
Foto: id.pinterest.com


0 Komentar