Depok - Pelantikan Pengurus Ikatan Santri Assa’adah Wahid Hasyim (ISWAH) Periode 2026 menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi kepemimpinan santri di Pesantren Assa’adah Wahid Hasyim. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 07.30 hingga 08.40 WIB, dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren, KH M. Abdul Mujib.
Berbeda dengan periode sebelumnya, struktur kepengurusan ISWAH tahun ini dibagi menjadi dua kepengurusan, yaitu ISWAH Putra dan ISWAH Putri. Pemisahan struktur ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja organisasi sekaligus menyesuaikan pola pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Pelantikan berlangsung secara tertib dan khidmat, diawali dengan upacara pembukaan, pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, pengucapan janji pengurus, serta prosesi pelantikan. Acara dilanjutkan dengan arahan dari Pengasuh Pesantren dan ditutup dengan doa bersama.
Sejak ditandatanganinya SK dan dilaksanakannya prosesi pelantikan, pengurus ISWAH Periode 2026 secara resmi telah menerima mandat untuk menjalankan roda organisasi dan mulai aktif bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Baca Juga SPMB MA Wahid Hasyim segera ditutup !
Dalam arahannya, KH M. Abdul Mujib menegaskan bahwa ISWAH bukan sekadar wadah kegiatan santri, melainkan media pembelajaran kepemimpinan, khidmah, dan demokrasi. Beliau mengingatkan agar seluruh pengurus menata niat dengan baik dan menjadikan amanah organisasi sebagai bagian dari ibadah.
Menurut beliau, keberadaan pemimpin dan sistem organisasi yang tertata rapi sangat menentukan keberhasilan suatu kelompok. Hal tersebut ditegaskan melalui sebuah maqalah:
الØÙ‚ بلا نظام قد يغلبه الباطل بالنظام
Kebenaran yang tidak terorganisasi berpotensi dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.
Lebih lanjut, KH M. Abdul Mujib menyampaikan bahwa ISWAH merupakan kawah candradimuka yang berfungsi melatih kompetensi santri dalam berorganisasi sebagai bekal untuk berkiprah di masyarakat dan organisasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Selain dituntut bekerja secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta janji pengurus, para pengurus ISWAH juga diharapkan mampu menjadi uswah hasanah bagi santri lainnya. Di samping itu, mereka diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kewajiban utama sebagai santri, khususnya dalam mengikuti kegiatan mengaji.
Pelantikan ini menegaskan komitmen pesantren dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga matang dalam kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

0 Komentar