Depok - Pengajian Bulanan yang diselenggarakan oleh PAC Muslimat NU Kecamatan Cipayung di Pesantren Assa’adah, Kamis (15/1/2026), menjadi momentum penting untuk meluruskan berbagai tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh KH. M. Abdul Mujib selaku pengisi materi utama dalam kegiatan tersebut.
Bertempat di Lapangan Utama Madrasah Pesantren Assa’adah, pengajian yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh Muslimat NU se-Kecamatan Cipayung, para santri, serta dewan guru Pesantren Assa’adah. Kegiatan turut dihadiri oleh Bunyai Hj. Maratus Sholihah, Pengasuh Pesantren Assa’adah sekaligus Ketua PAC Muslimat NU Cipayung, bersama jajaran pengurus PAC Muslimat NU.
Dalam tausiahnya, KH. M. Abdul Mujib mengulas sejarah dan peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi keislaman yang moderat dan berakar pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurutnya, Muslimat NU memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Lebih lanjut, beliau menyoroti sejumlah praktik pra pernikahan yang keliru namun kerap dianggap lumrah di masyarakat. Di antaranya adalah kebiasaan pasangan yang sudah bertunangan tetapi belum akad nikah, namun sudah sering bepergian berdua; menghadiri undangan pernikahan dengan niat “investasi” bukan sebagai sedekah; serta pelaksanaan akad nikah di dalam masjid yang dihadiri oleh ibu-ibu dan perempuan dalam kondisi haid tanpa memperhatikan adab dan ketentuan fikih.
“Tradisi yang berkembang di masyarakat perlu terus dikaji dan diluruskan agar tidak bertentangan dengan ajaran agama,” tegas KH. M. Abdul Mujib di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak para ibu Muslimat untuk menjadi agen edukasi keagamaan di lingkungan keluarga dan masyarakat, khususnya dalam membimbing generasi muda agar tidak terjebak pada kebiasaan yang menyimpang dari nilai-nilai syariat.
Melalui pengajian bulanan ini, KH. M. Abdul Mujib berharap majelis ilmu tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu melahirkan kesadaran kolektif untuk menjaga tradisi Islam yang benar dan penuh keberkahan.
Kontributor: M Nur Sholihin

0 Komentar