Kitab Ashnaful Maghrurin Karya al Ghazali Warnai Pengajian Ramadhan 1447 H di Pesantren Assa’adah


Depok — Dalam rangka menghidupkan tradisi ilmiah dan spiritual pesantren di bulan suci Ramadhan, Pesantren Assa’adah menyelenggarakan Pengajian Kitab Ramadhan 1447 H. Salah satu kajian yang menjadi perhatian utama adalah pengajian kitab Ashnaful Maghrurin yang menguatkan dimensi akhlak dan kesadaran spiritual santri.

Kitab Ashnaful Maghrurin, yang mengulas berbagai golongan manusia yang tertipu oleh amal dan penampilan lahiriah, dikaji secara rutin ba’da Subuh untuk santri putri di Area Asrama Putri. Pengajian ini diasuh oleh Ust. M. Nur Sholihin dan menjadi pembuka aktivitas keilmuan santri di setiap pagi Ramadhan.

Kajian Ashnaful Maghrurin dipandang relevan dengan suasana Ramadhan karena mengajak santri untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan niat, serta tidak terjebak pada kesalehan simbolik semata. Melalui penjelasan kitab ini, santri diarahkan agar ibadah Ramadhan benar-benar melahirkan kerendahan hati, kejujuran spiritual, dan kepekaan akhlak.

Pengajian kitab ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian besar Pengajian Kitab Ramadhan yang dilaksanakan ba’da Subuh, ba’da Ashar, dan ba’da Tarawih. Pada waktu ba’da Subuh, santri putri juga mengikuti kajian Al-‘Auliyā’, Al-Adabu Ma‘arrosuli, dan Ihyaus Sunan Al-Mahjuroh, sementara santri putra mengikuti kajian kitab fikih dan hadis di Area Asrama Putra.

Pada waktu ba’da Ashar, penguatan keilmuan santri dilanjutkan dengan kajian fikih, hadis, dan akhlak, baik untuk santri putra maupun putri. Seluruh rangkaian ini kemudian dipersatukan melalui pengajian umum ba’da Tarawih dengan kajian Hujjah Ahlissunnah wal Jamaah oleh KH. M. Abdul Mujib, yang diikuti oleh seluruh santri.

Melalui pengajian Ashnaful Maghrurin dan kitab-kitab lainnya, Pesantren Assa’adah menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan peningkatan ibadah ritual, melainkan madrasah pembentukan kesadaran batin dan akhlak santri. Tradisi pengajian kitab klasik ini diharapkan mampu membentuk santri yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga jujur pada dirinya sendiri, rendah hati, dan istiqamah dalam nilai-nilai keislaman.

0 Komentar

× Promosi