Depok - Rangkaian kegiatan Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) Se-Jabodetabek di Pesantren Assa’adah resmi ditutup dengan penuh khidmat dan nuansa kultural pada Ahad, 11 Januari 2026. Acara penutupan ini semakin semarak dengan penampilan Naam Grupob, yang membawakan syair perjuangan Nahdlatul Ulama sebagai bentuk sosialisasi nilai-nilai ke-NU-an melalui seni.
Syair yang dilantunkan merupakan karya TGH. Lalu Muhammad Faishal, Rois Syuriah pertama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB). Syair tersebut berisi doa, harapan, dan semangat perjuangan untuk Nahdlatul Ulama dalam menjaga agama, umat, dan bangsa.
Lantunan Naam Grupo menghadirkan suasana haru sekaligus reflektif bagi para santri, asatidz, dan tamu undangan yang hadir. Melalui irama khas dan pelafalan syair Arab yang mendalam, pesan-pesan perjuangan NU tersampaikan secara menyentuh dan mudah diterima oleh generasi muda pesantren.
Adapun syair perjuangan Nahdlatul Ulama yang dilantunkan dalam penutupan MQK tersebut berbunyi:
يا ربنا انصر جهاد نهضة العلماء
في الذب عن بيضة الدين ننال سؤددا
وقو أقطابها بالروح والاهتدا
يا رب هيئ لهم من أمرهم رشدا
في حل مشكلة وفك معضلة
يسر لهم رب واهدينهم بالهدى
يا أرحم الراحمين ارحم عبادا سعوا
في نصرة الدين رب زد لهم مددا
عندا اشتداد الكروب واسوداد الخطو
امنح لنا يا إله الصبر والجلدا
في كل طرفة عين لا تكلنا إلى
أنفسنا أصلحن شؤوننا أبدا
وصل أزكى صلاة مع سلام على
خير البرية من في الله قد جهدا
والآل والصحب ثم التابعين لهم
والعلماء الأتقياء أنجم الاهتدا
والنهضيين والأنصار والفتيا
والمسلمات ومن في النهضة اتحدا
يا رب بالمصطفى استجب لنا كرما
واغفر لنا ربنا وزد لنا مددا
Syair tersebut menggambarkan doa dan permohonan kepada Allah SWT agar Nahdlatul Ulama senantiasa diberi kekuatan, petunjuk, dan keberkahan dalam memperjuangkan agama Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus memohon keteguhan bagi para ulama, santri, dan warga nahdliyin.
Penampilan Naam Grupo dalam penutupan MQK ini menjadi penegas bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat kompetisi keilmuan kitab kuning, tetapi juga ruang pelestarian tradisi, budaya, dan spiritualitas NU. Momentum ini sekaligus meneguhkan semangat 100 tahun Nahdlatul Ulama yang sarat dengan nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian untuk umat.
Dengan ditutupnya MQK Se-Jabodetabek di Pesantren Assa’adah, diharapkan semangat keilmuan dan ke-NU-an yang telah terbangun selama kegiatan dapat terus hidup dan menginspirasi para santri dalam menapaki jalan perjuangan ilmu dan dakwah di masa depan.
Kontributor: M Nur Sholihin
Foto: Naela Azkia

0 Komentar