Depok - Sebanyak 42 santri dari berbagai pesantren di wilayah Jabodetabek mengikuti Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) yang diselenggarakan oleh Pesantren Assa’adah pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi ruang bagi para santri untuk menguji kemampuan membaca dan memahami kitab kuning di hadapan dewan juri dan sesama peserta.
Bagi para peserta, MQK bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi diri atas proses belajar yang selama ini ditempuh di pesantren masing-masing. Melalui kegiatan ini, para santri dapat mengukur sejauh mana penguasaan terhadap kitab turats, sekaligus memperkaya pengalaman akademik dalam suasana yang kompetitif namun tetap bernuansa ukhuwah.
Kompetisi ini diikuti oleh santri perwakilan pesantren dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mereka beradu kemampuan dalam cabang yang dilombakan, mulai dari Fikih hingga Nahwu, sesuai dengan jenjang marhalah ula dan wustho. Kitab-kitab yang dibaca merupakan rujukan utama dalam tradisi pesantren, seperti Fathul Qarib, Safinatun Naja, Fathu Robbil Bariyyah, dan Matan Jurumiyah.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para peserta tampak serius mempersiapkan diri saat tampil di hadapan penguji, sementara santri lainnya saling memberi dukungan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar santri lintas pesantren yang selama ini jarang bertemu secara langsung.
Dalam sambutannya, Bu Nyai Hj. Maratus Sholihah menegaskan bahwa santri perlu membiasakan diri menguji kemampuan di berbagai forum.
“Santri harus bisa mengukur kemampuan di kandang sendiri dan di kandang lawan supaya bisa mengevaluasi diri untuk kemudian meningkatkan lebih baik lagi,” pesannya.
Kegiatan MQK ini juga menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), sehingga memberikan makna lebih bagi para peserta. Para santri tidak hanya berkompetisi, tetapi juga turut ambil peran dalam menjaga dan melanjutkan tradisi keilmuan pesantren yang telah diwariskan oleh para ulama NU selama satu abad.
Melalui keikutsertaan dalam MQK Se-Jabodetabek ini, para santri diharapkan semakin percaya diri, terlatih secara akademik, serta siap menjadi generasi penerus ulama yang berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kontributor: M Nur Sholihin
Foto: Triyono

0 Komentar