DEPOK – Suasana khidmat menyelimuti Komplek Pondok Pesantren Assaadah pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, pesantren menggelar acara Tarhib Ramadhan yang diikuti oleh seluruh Sivitas akademika, mulai dari jajaran dewan guru MTs dan MA Wahid Hasyim hingga seluruh santri putra dan putri.
Kegiatan yang bertepatan dengan penghujung bulan Sya'ban ini bertujuan untuk mempersiapkan spiritual dan wawasan keilmuan para santri agar ibadah puasa tahun ini dapat dijalankan dengan sempurna dan penuh makna.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Assaadah, KH. M. Abdul Mujib, menjelaskan beberapa aspek krusial dalam pembekalan fiqih dan spiritualitas puasa:
Hakikat Taqwa: Menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan membentuk pribadi yang bertakwa (muttaqin).
Hukum & Rukun Puasa: Mengulas kembali syarat sah, niat yang benar, serta rukun puasa agar ibadah para santri sah secara syariat.
Larangan Hari Syak: Beliau menjelaskan tentang larangan berpuasa pada 'hari keraguan' (30 Sya’ban jika hilal belum terlihat) demi menjaga ketaatan pada ketetapan waktu ibadah.
Hal yang Membatalkan Puasa: Penjelasan mendalam mengenai perkara-perkara fisik maupun maknawi yang dapat merusak atau membatalkan pahala puasa.
Kehadiran lengkap dewan guru dari MTs dan MA Wahid Hasyim menunjukkan sinergi yang kuat antara pendidikan formal dan nilai-nilai kepesantrenan. Para guru diharapkan menjadi teladan bagi santri dalam mempraktikkan ilmu yang telah disampaikan oleh pengasuh selama bulan Ramadhan nanti.
Acara ditutup dengan doa bersama.
Penulis: Syamsudin
Foto: Dokumentasi Tim Media Santri

0 Komentar